Pages

Sunday, 11 October 2015

Cerita Pemecahan Masalah Yang Dihadapi

Setiap orang pasti punya masalah, adalah langkah paling penting dalam menyelesaikan masalah. Tanpa hal itu, anda seolah-olah memang tidak punya masalah. Masalah anda adalah masalah keuangan, yang akan anda gunakan untuk biaya kuliah. Saya menghargai semangat dan keinginan anda untuk melanjutkan kuliah, tapi ada baiknya juga anda bertanya pada diri anda sendiri, untuk apa anda kuliah?

Ada banyak tujuan dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bisa untuk menambah pengetahuan. Bisa untuk gaul atau sekedar cari jodoh. Bisa juga untuk mencari gelar atau ijazah. Mungkin masih banyak lagi tujuan lain yang lebih personal. Tapi ujung-ujungnya, setelah lulus kuliah, anda harus mencari nafkah. Bisa dengan bekerja, atau berwirausaha. Apa pun pilihan anda, itulah yang terbaik bagi anda.

Jika tujuan akhir anda melanjutkan sekolah adalah untuk bekerja, ada baiknya juga anda pikirkan data berikut ini. Data BPS (Biro Pusat Statistik), jumlah angkatan kerja yang masih menganggur sampai Februari 2005 adalah 10,9 juta orang. Sejak Agustus 2004 sampai Februari 2005, angka pengangguran sudah bertambah 600.000 orang. Itu pun karena definisi pengangguran yang sangat longgar, yaitu orang yang dalam satu minggu hanya bekerja beberapa jam saja. Jadi orang yang bekerja satu hari dalam seminggu, tidak lagi disebut penganggur.

Mungkin anda membayangkan bisa mendapatkan pekerjaan formal yang nyaman dan terhormat setelah selesai kuliah nanti. Boleh-boleh saja. Tapi anda harus melihat realita. Saat ini, saya banyak temui, banyak sarjana bekerja tidak pada bidang spesialisasinya. Ada sarjana ekonomi yang rela jadi satpam atau petugas cleaning service. Ada sarjana peternakan yang jadi office boy atau waiter di restoran. Dan sebagainya.

Saya tidak menganggap pekerjaan-pekerjaan di atas sebagai pekerjaan tidak terhormat, tetapi dari sisi kompetensi pendidikan, pekerjaan-pekerjaan itu sama sekali tidak nyambung. Salah satu cara, yang memang mulai kami lakukan di Institut Kemandirian, adalah mencoba membuka pintu-pintu pekerjaan dari sisi non formal. Kami mendidik orang-orang yang punya semangat dan daya juang tinggi untuk hidup mandiri. Tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain.

Sejak awal kami tanamkan pada mereka bahwa hidup mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri, sehingga mereka harus punya tujuan hidup sendiri-sendiri. Tanpa tujuan hidup, mereka hanya akan menjadi alat untuk mencapai tujuan hidup orang lain. Kalau anda menginginkan pekerjaan sampingan, silahkan datang ke Jakarta dan naik KRL. Sangat banyak pekerjaan yang tidak perlu pakai ijazah, pakai psikotest atau wawancara terlebih dahulu. Modalnya hanya kemauan. Mengapa saya anjurkan demikian? Karena, mohon maaf, anda tidak punya banyakmodal.

Sumber daya yang anda miliki hanya otak, dan itulah yang harus anda gunakan untuk menentukan tujuan hidup, belajar dan berusaha mencapainya. Malu? Kalau itu yang anda rasakan, berarti anda memilih untuk tidak berubah. Dan itulah yang terbaik menurut anda. Dan terimalah konsekuensinya. Saran saya, buatlah strategi untuk mencapai tujuan hidup anda. Kalau anda berkenan jadi pedagang asingan, jangan seumur hidup jadi pedagang asongan. Jadikan pekerjaan dan pengalaman itu sebagai batu loncatan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Ada banyak cara pergi ke Bandung. Anda bisa naik pesawat, naik mobil, naik sepeda motor, naik sepeda atau berjalan kaki. Tanpa uang di kantong, anda bisa mulai dengan berjalan kaki. Sepanjang berjalan kaki, anda bisa nyambi mencari uang, untuk membeli sepeda atau kendaraan lain. Tidak selamanya berjalan kaki kan?

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.